Pesantrenku, Kau tak boleh sembunyi di lorong-lorong sunyi peradaban dan terkurung oleh ruang dan waktu, Kau tak boleh menjadi penonton cemburu, Kau harus bertengger di pusaran peradaban, Karena hakekatnya, kau adalah peradaban itu sendiri, Pesantren ku Kau harus jadi pengendali peradaban, Teguh tak menyerah nafaskan Islam Indonesia
SAYU YANG KESEKIAN By Ahmozy Kebumen Hari berganti, Pagi beralih siang, Siang beralih malam, Dan manusia juga potensi seperti itu, Berubah, Dengan hati-hati harusnya melangkah lagi, Mengenang kegelisahan hati, Mengharap nanti, Semoga Engkau bersedia saat ku harus kembali, Tapi hati haruslah sabar menahan diri, Sebab, saya tak tau hatimu masihkah memiliki, atau Hanya seutas hati yang diam namun tanpa ilahi, Manusia selalu potensi, Saat sakit, Kepala seperti tertusuk jarum yang semakin dalam menusuk, Tubuh terasa panas seperti matahari yang kehilangan pohon, dan Teduhnya, Begitulah wajar manusia, Dada terasa perih menelan sesuatu yang termakan, Termasuk kepedihan yang bisa tertelan, Tentang hubungan kita yang di pisahkan, Karena keadaan, Namun, sayu yang kesekian ini, Semoga tak menjauhkan dari ridho Tuhan, Karena manusia selalu potensi, Sejak kita melangkah, Sesuatu yang sulit terlupakan pasti, Entah tangan lembutnya, Senyum manisnya, Paras cantiknya, dan Semua tentangnya yang gemulai, Padahal dekat dengannya, Begitu mendamaikan hati, Manusia selalu potensi, Kemanapun langkah tertuju, Selalulah bawa batangnya, Kalaupun sempat terlupa, Itu akan membawa kita merupa bayang yang pernah kita pejamkan, Kita tak pernah tau apa yang Tuhan rencanakan, dan Bisa dipastikan, Manusia selalu potensi, Di balik sakit, Di balik kisah, Di balik kata-kata, Di balik do'a-do'a, atau Di balik sayu yang kesekian, Entah siapa nanti yang menjadi pemenangnya, Semoga tetap karena Ridha ya, Bukan karena sakit, Kisah, Kata-kata, ataupun Sayu yang kesekian.
BermainBola Antar Pesantren. Pengalaman Hidup dipesantren - mendengar sebuah kata Pondok Pesantren mungkin sebagian orang bakal langsung merasa gatal-gatal sambil memegang perutnya. Umumnya pondok pesantren selalu identik dengan lingkungan yang kurang bersih, sehingga timbul gatal-gatal dan di dalam Pesantren harus hidup prihatin dengan
Sebagai orang tua tentu sangat manusiawi jika rindu dengan sang anak. Apalagi jika sang anak tersebut awalnya adalah anak yang sangat manja dan kini berada di pesantren. Terkadang banyak orang tua yang sulit mengekspresikan rasa rindu kepada anaknya dalam bentuk kata-kata rindu anak di dalam tulisan ini kami telah merangkai berbagai kata-kata yang menunjukkan pesan kerinduan untuk anak di pesantren1. Meskipun diri ini tak kuat lagi menahan rinduku padamu wahai buah hatiku, aku akan tetap berusaha menahan ini semua karena kepergianmu ke pondok adalah demi kebahagiaanmu di masa Biar raga tak lagi bersama, biar pandangan tak lagi menatap, dan biar jarak memisahkan, kami akan senantiasa mendoakanmu dimanapun dan kapanpun wahai Walaupun ilmu agama yang ku miliki tidaklah seberapa, tapi aku akan senantiasa mendidik anak-anakku menjadi insan yang Meski terkadang di rumah aku gemar memarahimu, membentakmu, mengacuhkanmu, tapi percayalah aku akan selalu menyayangimu wahai anakku Belajarlah yang rajin anakku, janganlah memikirkan apapun selain belajar. Tak usah pikirkan urusan finansialmu. Biarlah kami yang akan memberikanmu segalanya agar kau berhasil dalam menuntut Walau kamu sering membuat hati kami tak karuan dan kecewa, kami akan terus mencintai dan menyayangimu wahai Tak peduli berapa masa yang sudah kuhabiskan untuk bekerja, tak peduli sudah berapa uang kami belanjakan untuk keperluan hidupmu. Itu semua tidak sebanding dengan kebahagiaan kami saat kau datang ke dunia ini wahai Masih tergambar jelas dalam diri kami betapa lucunya dirimu wahai anakku. Tapi sekarang kamu sudah menjadi gadis dan bujang yang belajar kehidupan di pondok pesantren. Rajin dan semangatlah dalam belajar, insya Allah doa kami akan terus Kami sadar masih banyak dosa. Kami sadar masih memiliki segudang kekhilafan. Dan kami sadar tidak memiliki banyak ilmu kehidupan. Namun kami tetap berusaha untuk menjadikanmu manusia yang berharga duhai anak kami Kebahagiaan yang terbesar bagi kami bukanlah saat kamu menjadi orang yang kaya dan terkenal wahai anakku, tapi kebahagiaan terbesar kami adalah ketika kamu semangat dan giat dalam belajar. Itu sudah lebih dari cukup bagi Jangan kau kira kami membuangmu dengan memasukkanmu ke pesantren, ketahuilah bahwa kami memasukkanmu ke pesantren adalah untuk menyelamatkanmu di masa Dari setiap tetes air mata kerinduan, disitulah terdapat ribuan doa dan harapan kami wahai Ya Allah, kuatkanlah hambamu ini yang rindu dengan buah hati kami di pondok pesantren. Berikanlah kami kelapangan jiwa dan raga saat ditinggal mereka untuk mencari Sabarlah wahai jiwa, anakmu hanya pergi keluar sebentar saja. Tahanlah rasa rindumu. Insya Allah mereka akan pulang dengan berbagai Duhai hati dan jiwa, jadilah seperti ibu Imam Syafii yang terus mendorong anaknya dalam Percayalah, anakmu di pesantren akan baik-baik saja. Yang terpenting saat ini adalah support dan doakan mereka setiap Kehidupan di pesantren adalah kehidupan yang sangat singkat wahai para orang tua. Karena itu bersabarlah kalian dalam menunggu para pejuang cilikmu Ketahuilah, anak mu hanyalah titipan dari Allah wahai para orang tua. Karena itu janganlah terlalu bersedih saat engkau ditinggal anakmu belajar di Lebih baik ditinggal buah hati ke pondok pesantren, daripada ditinggal sang buah hati yang pergi untuk bermaksiat kepada Allah Teruslah bersabar dalam menahan kerinduan sang buah hati tercinta. Karena hal ini lebih baik daripada mendapati sang buah hati hancur di masa yang akan anak-anak Anda yang sedang berada di pesantren selalu sehat dan giat dalam belajar, sehingga menjadi pelita yang menerangi orangtuanya di akhirat. Mudah-mudahan, kata-kata rindu di pesantren ini bermanfaat untuk JugaPesan untuk Anak di PesantrenBiaya Kuliah di Mesir Dalamkehidupan, kita tak selamanya akan bahagia. Adakalanya, kita akan merasakan kesedihan. Namun, kebahagiaan akan hadir untuk menghapus kesedihan. Dalam kehidupan, terkadang kita harus mengalah. Mengalah walaupun sebenarnya kita benar. Karena, mengalah itu bukan berarti kalah. Dalam kehidupan, terkang kita akan merasa kehilangan

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pesantren sebagai suatu lembaga keagamaan yang mengajarkan, mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama Islam. Keadaan semacam ini masih pada pesantren-pesantren di Pulau Jawa dan Pulau Madura atau di Daerah-daerah lainnya dapat kita ketahui yang bercorak tradisional. Namun pesantren yang modern tidak hanya mengajarkan agama saja, tetapi juga mengajarkan ilmu-ilmu umum. Terus bagaimana sih kehidupan dan kegiatan di pondok pesantren Modern tersebut?, mari kita banyak para remaja yang menginginkan untuk melanjutkan pendidikan nya dipondok pesantren apalagi Orangtua sangat mendukung. Dan ada juga sebagian yang tidak menginginkan untuk melanjutkan ke pesantren, karena mereka sering menilai jika kita sekolah atau tinggal dipesantren sangatlah tidak menyenangkan, ada yang bilang kalau didalam pondok tersebut kita jauh dari orang tua, makanan yang disediakan didalam sana kebanyakan kita sering mengosumsi ikan asin, nanti dipondok kita hanya tidur sebentar tapi bangun sangatlah cepat, ada juga yang bilang dipesantren sangat lah menyeramkan karena banyak sekali hantu atau penghuni. Baca juga Menjemput Keberkahan Musafir Mahabbah Kaum Sarungan Kota Santri Tapi, kalau kita belum tinggal disana pasti menganggap hal nya seperti itu, berbeda dengan orang yang sangat suka merantau atau jauh dari orang tua pasti mereka menganggap hal tersebut sebagai tantangan atau suatu kemuliaan untuk menjadi santri yang berakhlak mulia, penghafal Al Qur’an dan bisa membawa orang tua mereka ke surga kelak. Sebenarnya kita semua pasti dapat merasakan betapa indahnya atau bahagianya bisa menjadi santri penghafal Al Qur’an dan berakhlak mulia. Para santri pasti akan merasa nyaman tinggal dipondok pesantren modern karena disanalah kita mendapat Ilmu Dunia dan Akhirat. Tetapi kita mendapatkan Ilmu Dunia hanya sedikit saja dan ilmu Akhirat lah yang lebih banyak kita pelajari berbeda dengan sekolah diluar, misalnya disekolah Negeri yang mempelajari Ilmu agama hanya beberapa saja disetiap pelajarannya karena disekolah tersebut ada juga orang yang non dipondok pesantren ini terdiri dari santri putra dan santri putri. Santri-santri yang belajar dipondok pesantren berasal diberbagai daerah diseluruh Indonesia bahkan ada pesantren yang berasal dari luar Indonesia, dan inilah santri-santri yang berjuang giat untuk mencari ilmu kepondok pesantren. Tidak heran kalau dipondok pesantren banyak sekali anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan nya beribuan lebih para anak remaja yang ingin mendaftarkan diri mereka di pesantren untuk melanjutkan pendidikan nya. Dan sekarang anak remaja yang ada dipesantren diperkirakan ada sekitar seribuan lebih para santri yang ada dipondok pesantren tersebut jika kita gabungkan dengan santriwan dan santriwati putra dan putri. Jika kita melihat suasana kegiatan atau kehidupan didalam pondok pesantren tersebut, suasana didalam sana sangat lah berbeda dengan suasana diluar dimana santriwan dan santriwati putra dan putri dipisahkan tempat tinggalnya, nama tempat tinggal mereka atau sering mereka sebut yaitu dipondok pesantren modern ini jika diwaktu subuh di mulai dari Pukul 0330 para santri mulai bangun tidur dan langsung di bimbing oleh para pengurus untuk mengambil wudhu dan setelah itu mereka langsung mengerjakan shalat sunnah tahajud sebelum datang waktu shalat shubuh. Setelah mereka melaksanakan shalat shubuh merekapun berkumpul perkelompok untuk di bimbing belajar membaca Al Qur’an bersama pembimbing kelompok masing-masing dan tahfidz menghafal Al Qur’an wajib disetiap para santri untuk menghafal dan menyetor ke ustadz/ustazah mereka. Baca juga Jangan tanyakan 3 Hal Ini Kepada Santri BaruDi lanjut Pukul 0650 merekapun masuk sekolah dan melaksanakan kegiatan belajar bersama para ustadz/ustazah nya. Pukul 1400 para santri akhirnya selesai kegiatan disekolah, dan dilanjutkan dengan makan siang dan setelah itu mereka istirahat di siang hari. Bangun dari tidur siang mereka, anak-anak langsung berwudhu untuk melaksanakan shalat ashar berjamaah dan diteruskan membaca Al Quran bersama yang dilaksanakan langsung dimushalla seusai shalat ashar berjamaah. Dilanjut lagi seusai sholat ashar para santri untuk belajar kitab atau belajar tentang Ilmu agama, ini dinamakan Dayah. Selain hanya belajar ilmu agama kegiatan para santri disore harinya selain dayah mereka juga melakukan kegiatan berolahraga, tempat olahraga mereka sudah tersedia di pondok pesantren tersebut. Ada lapangan basket, lapangan voli, lapangan bulu tangkis dan lapangan bola khusus para santriwan laki-laki. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya

dalammenghadapi kehidupan di dunia maupun akhirat. 2. Karakteristik Pondok Pesantren Ada beberapa aspek yang merupakan elemen dasari dari pesantren yang perlu dikaji lebih mendalam mengingat pesantren merupakan sub kultur dalam kehidupan masyarakat kita sebagai suatu bangsa. Walaupun pesantren dikatakan Puisi Santri sejati adalah cerita puisi tentang anak santri yang akan menutut ilmu agama di pondok pesantren dirangkai dengan berbagai kata-kata puisi perjuangan seorang santri dan kata kata untuk ibu yang cerita selengkpanya dalam bait puisi yang berjudul santri apak berkisah seperti puisi santri pendek atau puisi santri salafi selengkapnya disimak saja puisi berjudul santri sejati dibawa Santri Sejati Oleh Ukhty KarozuKukuatkan tekatKubersihkan niatAgar selamat dunia akhirat..Kubuka kitabkuKuayunkan penakuKudengarkan ustadku..Kulantunkan kalam ilahiKurenungi syarat dan artiKugenggam erat sepenuh hati..Ayah ibu.. Kuat kanlah diriRelakan perpisahan sementara iniDemi cita-cita sejati..Kelak Akan Aku buktikanKau Akan bangga memilikikuKarna telah mengirim jauh darimuUntuk menjadi ladang pahalamu..Ibty. 14/08/2020
Berikutini adalah puisi tentang kehidupan Pesantren dengan judul puisi pondok pesantren cintaku . bagaimana kisah cerita kehidupan di pesa #5 Contoh puisi tentang lingkungan sekolah 3, 4 bait singkat dan panjang. Kumpulan contoh puisi tentang lingkungan sekolah 3.4 bait singkat dan panjang. Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang
Guruku Oleh Tiala Megasari, VIII B Oh Guruku... Aku sangat berterimasakasih Atas jasa – jasamu Yang telah mengajariku Dari aku tidak bisa sampai aku bisa Oh Guruku... Kau akan selalu aku kenang dalam hidupku Sebagai tanda terimakasihku Kepadamu oh Guruku.. Oh Guruku... Maafkanlah muridmu ini Yang ketika guru menerangkan Muridmu tidak memperhatikanmu Oh Guruku... Maafkanlah muridmu ini Yang ketika Guru menerangkan Aku bercanda Ayah Oleh Selvi Rahmawati, VIII B Ayah... Aku rindu padamu Aku rindu semua kenaganmu Seandainya Ayah masih ada Didalam bumi ini Ayah... Tanpa Engkau Aku tidak bisa berbuat apa – apa Dan tanpa Engkau Tidak ada yang mencari nafkah Aku rindu padamu Ayah Bertahun – tahun sangat merindukanmu Aku disini hanya bisa kepada Allah SWT Semoga Engkau disana baik – baik saja Aku Oleh Fika Rahayu, IX B Aku anak santri Yang Insyaa Allah bisa mengaji Karna dididik oleh Bapak K. H. Yadi Suryadi Yang kini tinggal di Koposari Aku masuk kesini Karna kemauan sendiri Keinginanku dan keluargaku Ada yang tahu tentang Ilmu yang bermutu Aku ingin menjadi anak kebanggan keluargaku Dan aku ingin menjadi anak yang Shalehah Shalat Ashar aku sering terlambat Kadang aku tak semangat Tetapi aku juga takut Tidak selamat di Akhirat Kata Pak Ustadz aku harus segera Taubat Pesantren Oleh Pannisa Putri, VIII B Di Pesantren... Buat apa kita disini Untuk apa kita disini Kita disini buat membanggakan orangtua kita Disini kita mencari Ilmu Menuntut Ilmu Agama kita lebih mendalam Kita disini berhijrah karna Allah SWT Berjuang demi masa depan Dengan teman seperjuangan kita Di Pondok ini... Di Pondok Pesantren Darussalam Koposari ini... Kita hidup untuk belajar mandiri Menyetrika, mencuci baju sendiri Makan sendiri mandi pun sendiri Disini dikita selalu diatur oleh banyaknya peraturan juga mahkamah Mahkamah Nazhafah, mahkamah ubudiyah, ta’lim, amni dan lugah Pertanda Ia ciri orang yang sukses Karna orang sukses itu selalu diuji oleh Allah SWT Oleh sebab itu kita harus Positive Thinking Dalam sebuah masalah, disini... didada ini... Di Pondok Pesantren Darussalam Koposari yang kami cintai Yang mottonya ā€œCangkir Berdasiā€ Kencang Berfikir Berpacu dalam Prestasi Perpisahan Oleh Septia Sakinatul Kirom, VIII B Perpisahan... Membuat dadaku sesak tertahan Tatkala ingat kebersamaan Yang tersimpan dalam sebuah kenangan Perpisahan... Penuh rasa kehilangan Memori tersedih dalam kehidupan Peristiwa yang sangat menyedihkan Perpisahan Sekolah... Didalamnya banyak sekali kenangan Indah Mata menangis tanpa diperintah Tangisan keras yang tak bisa ku cegah Perpisahanku... Terjadi setelah Aku dan Temanku Berphoto bersama Guru Lalu kami pergi untuk meninggalkan sekolah yang dulu Dan berjalan menuju sekolah baru Pertemuan setelah perpisahan Rasanya begitu menyenangkan Setelah tak bertemu bertahun – tahun Pertemuan yang diiringi pelukan Perpisahan Oleh Syifa Salsabila, VIII B Perpisahan... Betapa berat hati ini meninggalkanmu Betapa berat diri ini melupakanmu Dan betapa berat jiwa ini pergi darimu Perpisahan... Bukanlah sesuatu kegagalan Bukanlah suatu penyesalan Karna perpisahanlah yang membuat Kita menjadi dewasa Ya Tuhan... Mengapa kau ciptakan perpisahan ini Disaat kita bersenang – senang Disaat kita bergembira Distiulah kenangan tak bisa kulupakan Perpisahan... Ku jadikan kau kenanganku Ku jadikan kau albumku Karna kaulah akhir dan segalanya untukku Kenanglah perpisahan ini Dan janganlah kau lupakan sampai akhir hayatmu Karna perpisahan yang membuat dirimu setia Terimakasih teman karnamu perpisahan ini takkan bisa kulupakan Bunda Oleh Putri Fitriyani, IX B Bunda begitu besar jasamu Betapa mulianya dirimu Begitu besar pengorbananmu Dalam membersarkan dan mendidikku Kau pun rela menjagaku dalam keadaan sakit Kau pun tak peduli atas semua yang kau lakukan Demi anakmu yang kau sayang Saat ku jauh dari jangkauan Relung kasih mu dan sayang Saat ku jauh dalam sentuhan Doamu kau sertakan Terimakasih Bunda atas jasa – jasamu Ayah Oleh Nabila Nur Fadhila, IX B Ketika aku mulai beranjak dewasa Perlahan aku mulai mengerti apa yang saat ini kurasa Betapa lemahnya diriku dengan suasana Dan kumulai sadar Inilah arti kehidupan Yang dipenuhi kesedihan dan cobaan Ku berteriak pada alam Dimana Ayah sekarang Aku iri dengan teman – teman Yang selalu bercanda riang dan tersenyum senang Ayah... Kasih sayangmu yang kurindukan Pelukmu yang kudambakan Bahkan senyummu yang selalu terbayang dalam fikiran Ku berharap kau hadir kembali dalam kehidupan Hidupku sepi tanpa kasih sayang Tanpa sosok dirimu sang penerang kehidupan Inilah jeritku wahai kawan... Seorang anak yatim yang merindukan Selimut ketenangan AkuOleh Aulia Rahmawinada, VIII BAku hanya seorang biasaAku bukanlah apa - apaTapi karna keberanian aku bisaDalam hidup harus berani mencobaAku hanya seorang biasaTanpa mencoba hidup sia - siaAwalnya aku tak berani mencoba Karna takut kegagalan menerpaTapi setelah aku mencoba Hasilnya memang tak seberapaTapi aku senangKarna telah berani mencoba Mulaidari bangun tidur sampai tidur seperti sholat berjama'ah, piket/bersih-bersih Pondok, berangkat sekolah, belajar malam, latihan ekstrakurikuler, muhadloroh, pramuka, latihan silat/tapak suci, dan lain-lain. Kegiatan Belajar di Pesantren. Kegiatan belajar santri dimulai dari jam atau menyesuaikan waktu sholat, jadwal Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Hasil Penulisan Santri saat mengadakan kegiatan PELATIHAN KEPEMIMPINAN di Perpus Ponpes Mu'allimin Babaan Ciwaringin Cirebon 19/2/2016SANTRIKarya Ade Kolana kmr 18Santri adalah seorang yang pemberaniSantri adalah seorang yang suka mengajiSantri adalah seorang yang suka memberiSantri adalah seorang yang mandiri PONDOKKU Karya M. Rizqi Abdul Jabar kmr 21 Pondokku ……….Disitu Aku belajar menuntut IlmuDisitu Aku Membentuk jatidiriDisitu aku belajar berbakti kepada guru dan orang tuaDisitu Aku belajar Mandiri agar menjadi pribadi yang baikDisitu Aku belajar memimpin diri sendiriDisitu aku belajar memimpin umatDisitu Aku belajar memimpin MasyarakatDisitu Aku belajar memimpin rakyatDisitu aku belajar kebenaranPondokku yang ku banggakanPERJUANGANKU Karya Ali Shidiq kmr 02Perjuanganku yang begitu melelahkanPerjuanganku yang begitu menyusahkanBetapa lamanya Aku berjuangSampai keringatku ini bercucur baurSANTRI ADALAH SEORANG YANG BERANI Karya M. Ahan Fajroihan kmr18 Santri adalah seorang yang beraniUntuk berjuang demi mencari IlmuSantri tugasnya mengaji setiap hariDan mentaati para kiyai para sesepuhSantri mencari ilmu setiap hariSholat jama’ah lima waktu untuk mencari keridhoan AllahDan menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakatDan menjadi orang yang berakhlakul karimahDan patut di teladani oleh masyarakatDan mentaati peraturan gusti NabiSANTRI PRINSIPE NURUT KIYAI MODALE WEKEL NGAJI Karya Itqon Ba’alawie kmr 14Santri…..Baka Adus ngantriBaka ngising ngantriLamun bli ngantri, ngising lan aduse ning kaliBaka mangan kaya meriTapi bisa nyandang kaya bapak menteriItulah santri….Yang selalu mangaji setiap hari dirumah bapak kiyaisupaya dadi kiyaiAmien……SANTRI YANG SELALU MENGAJI Karya M. Fahmil Ilmi An-Nafi’I kmr 17Santri yang selalu mengajiYang mencari ilmu setiap hariUntuk mencari ridho ilahiUntuk mencari ridho Kanjeng NabiMenjalankan perintah IlahiTuk menghilangkan kebodohanDanmencari kepintaranSANTRI MU’ALLIMIN karya Havi Denta Mu’min kmr 03dialah santri, seorang pemimpinsang santri, dia yang menuntut haq dan kewajibansantri mu’allimin……Pemimpin bagi bangsa……Pemimpin umat…Santri Mu’allimin……Engkau yang bijaksanaYang jauh - jauh dari pelosokYang hanya ingin mencari secerah cahayaSantri Mu’allimin….Dini hari terbangunHanya untuk sholat shubuh, mengajiOh santri mu’allimin…engkau pemimpinkuOh santri mu’allimin…engkau junjungankuOh santri mu’allimin…engkau panutankuOh santri mu’allimin…engkau sang pemimpin sejatiPENCARIAN HIDUP karya Ahmad Fauzi kmr 09Jauh ku periUntuk mencari jati diriMencari ilmu agama, untuk kebahagiaan duniaTidak pula kebahagian akhiratMenembus dinginnya malamMenempu parjalanan waktuCoretan demi coretan telah banyak menghiassetiap hati dan relung pikiranberdo’a kepada tuhan agar mendapat masa depanyang hanya dapat dipandangdalam kesunyian malammenjadi orang yang terpandangPEMIMPIN Karya Auliya Hasby kmr 18Pemimpinku……Sungguh besar perjuanganmuTak trhingga penghormatanmu terhadapkuMenjalankan tugas tanpa merasa lelahHatiku berdetak kagum melihatmuPemimpinku…..Berjayalah engkauEngkau sebagai penyemangatkuTerpujilah engkauSungguh ku berterima kasih banyak terhadapmuTerimakasih oh pemimpinku…..SANTRI PERGI KE PENJURU DUNIA Karya Jujun Junaedi kmr 17Santri pergi ke penjuru duniaHanya untuk mencari cita - citaYang tinggi setinggi langitDari mulai kaki kanan kita melangkahJanganlah kita memikirkan perkaraYang tidak mementingkanPikirkanlah kalianHanya untuk belajar, belajar, dan belajarDan ingat tujuan dari rumahmu….Semangat….!!!BUMI PASANTREN Karya M. Akmal Al Fazar kmr 04Bumi pesantren adalah tempat belajarBagi para santri menimba ilmu keagamaanMendalami prinsip - prinsip syare’at IslamDi pesantrn kita harus belajar hidup susahHarus jauh dari orang tuaMakan kita cari sendiriMencuci pakainan pun sendiriDisini kami mencari setetes ridho dari kiyaiBekal masa depan nanti..SANTRI MU’ALLIMIN LANANGE JAGAT Karya Ibnu Rizik kmr 04Santri mu’allimin lanange jagatSantri kang bakal ngurusi umatInsya Allah selamat dunia akheratNyandange santri kaya pa menteriMangane santri kaya meriIreng - ireng kereta apiBagena ireng akeh kang ngantriMu’allimat Kamaliyah pasti..SANTRI CALON PEMIMPIN MASYARAKAT Karya Ahmad Dhofa Aqil kmr01Wahai santri….Kau adalah calon pemimpin masyarakatSantri…Kedatanganmu ditunggu masyarakatWahai santri….Kau berangakt ke pondok pesantrenDiantar oleh orang tua dengan penuh kasihSemangat yang luar biasaWahai santri….Kau belajar dengan penuh deritaKau tidur tidak seperti di rumahYang selalu menggunakan kasur dan segala macamKau makan dengan lauk seadanyaWaktu kau tidak punya uangKau mencari ke setiap kamarSantri…..Kau adalah panutan masyarakatDan dengan ilmu mu mampu menghidupkan kehidupanYang semula sepi menjadi ramai karena pengajian….DI PONDOK PESANTRENKarya M. Sirojudin kmr02Dari rimah aku bertujuan kepondokUntuk mencari ilmu dan menghilngkan kebodohanDipondok…Ku meninggalkan orang tuaAlat elektronik dan meninggalkan pacar kitaDi pondok…Kita mengaji kitab kuningBukan novel bukan komik yang sering kita baca dirumahkita bestel tiap bulandan kita di pondok….Harus rajin, semangat, tekun dan sabar dalam menghapitnyakita dirumah makan ayam, burger, pitza, dan lain-laintapi di pondok….Kita hanya makan oreg, tahu, oncom,tongkol, telur di pondok….Kita harus punya tatakramaDan akhlakul karimahDan harus saling kenal mengenalDi pondok….Harus menghargai kiyai, orang yang lebih tua dari kitadi pondok……itu harus belajar, sholat jama’ah ngaji di kiyai atau ustadzdi pondok…….Kita harus mentaati tata tertibYang ada di pondokKalau kita pulang,…..Wajib izin dahulu kepada kiyaiPengasuh atau ketua pondok..SANTRI PUNYA JIWA KEPEMIMPINAN Karya M. Ulil Absor kmr04Santri itu pasti punya jiwa kepemimpinanYang bisa mengatur dirinya sendiriDan orang lainSantri itu harus punya kesenmangatanKesabaran dan harus rajinJika santri belum punya kesemangatanKesabaran dan rajinItu belum dinamakan pemimpinSantri itu harus rajin dalam belajarDan juga harus bisa STAF….SHIDIK……TABLIGH….AMANAH…..FATONAH……SANTRI SANGAT PINTAR Karya Akyani kmr 02Santri adalah santri yang sangat pintarBisa ngajiBisa ngimami keluarga sendiriSantri kudu baikSopan santun kepada dewan guruDan kepada orang tua sendiriDan ustadzSantri kabeh kudu ngajiTidak boleh maen warnetTidak boleh bawa hpTidak boleh rokokTa’jirannya adalah botak, gerujug, cekrisKIYAI KU Karya M. Fajar Shodik kmr 05Oh kiyai….Kau selalu mengingatkan kuDan setiap hariKau memberikan kami ilmuSupaya kami bisa mengamalkannyaOh kiyai….Betapa senangnya kalau kau puji kamiSaat kami butuh penyemangat Dan kaulah kiyaiYang selalu mengingatkan kamiBetapa susah payahnya orang tuaDalam memberikan bekalSemangatOh kiyai….Betapa indahnya senyumamanmuKami suka senyumanmuDibanding senyuman logo wanita cantik jelitaDan hanya kaulah kiyaiYang kami sukai….PONDOK KU NEGARA KU Karya Fairuz Nurul Azwar kmr 14Oh Negara ku…..Kaulah yang kucintai…Pon-pes Mu’alliminKau yang ku banggakanSungguh kaya alam muDan juga bermanfaatBagi orang yang membutuhkanmuOh negaraku …..Engkaulah telah meringankankuDalam kehidupan iniDan semoga akan maju selaluBarakit - rakit ke huluBerenang - renang ke tepianBaersakit - sakit dahuluBersenang - senang kemudian….SANTRI PUNYA KARYA 1 2 3 4 Lihat Puisi Selengkapnya Setahunyang lalu para santri di pesantren ini sangat merasa kehilangan karena santri andalan yang selalu juara itu sudah pulang ke pangkuan ilahi rabbi yaitu almarhumah Fakhiroh Romdhoniyah Masyarakat sekitar pun lantas berbondong-bondong ngalap berkah kepada Mbah Misbah di rumah santri itu Share your videos with friends, family, and the world Trenggono tampak masuk istana lewat pintu wisma fAzM.
  • ef26rvk3xh.pages.dev/72
  • ef26rvk3xh.pages.dev/327
  • ef26rvk3xh.pages.dev/379
  • ef26rvk3xh.pages.dev/185
  • ef26rvk3xh.pages.dev/217
  • ef26rvk3xh.pages.dev/151
  • ef26rvk3xh.pages.dev/123
  • ef26rvk3xh.pages.dev/391
  • ef26rvk3xh.pages.dev/114
  • puisi kehidupan di pondok pesantren